Tin’s World here….

September 8, 2008

Kisah Pahit Seorang Gigolo

Filed under: Humor — by Tin's @ 11:45 am

Aku terpaksa menjadi gigolo” (FAKTA PLUS!!)
Teman-teman, Bacalah kisah di bawah ini:
(Cobalah ambil hikmahnya.. jangan terburu-buru silau oleh harta)

Seorang pemuda frustasi mencoba-coba jadi gigolo.
Pengalaman pertamanya bertemu seorang ibu muda perlente dengan mobil mewah.
Pemuda itu dibawa dengan mobil mewah menuju ke sebuah rumah besar milik
wanita itu.

Sesampainya dirumah, Dia dimasukkan ke dalam sebuah kamar. Si pemuda itu
merasa nervous karena ini adalah pertama kalinya masuk ke kamar wanita
lain.

Pikirannya sudah macam-macam, bingung dan juga kikuk. Semakin berpikir
seperti itu, birahinya juga makin muncul.

Sebelum melakukan apa-apa, wanita itu berkata, “Kamu lepas dulu baju kamu
dan tunggu disini dulu ya, jangan ke mana-mana,” ujar wanita itu kemudian
keluar dari kamar. Pemuda itu makin bingung karena ditinggal sendirian.

Sebetulnya dia malu untuk telanjang karena tubuhnya kurus. Akhirnya dia
melepas semua bajunya,dan menunggu di kamar. “Ah sudah kepalang
tanggung,”
pikirnya.

Tak lama kemudian, ibu itu masuk ke dalam kamar. Kali ini diikuti oleh dua
orang anak kecil.

Ibu itu berkata kepada kedua anak kecil itu, “Nah, Wati dan Budi, harus
banyak makan. Kalau tidak, nanti badannya kurus seperti Om ini”

Huahaha..ha. .ha..


Serius Amat Bacanya…!!!!!

Putri Indonesia

Filed under: Humor — by Tin's @ 11:19 am

Pada pemilihan putri Indonesia ada sebuah cerita yang tidak ter-expose. Cerita ini terjadi pada saat sesi wawancara antara Juri dengan
peserta dari DKI yang akhirnya jadi juara. Begini ceritanya…

 

Juri : “Selanjutnya, tolong sebutkan tokoh idola Anda?”
Putri DKI : “Ehm, sebagai seorang yang nasionalis, saya mengidolakan
orang Indonesia. Dia adalah Pangeran Diponegoro.”

 

Begitu mantap dan meyakinkan kata-kata yang meluncur dari putri DKI ini.
Juri pun begitu terkesan dan kagum padanya, seorang gadis cantik dan muda
seperti dia ternyata sangat nasionalis dan bangga dengan tokoh dalam negeri. Kemudian Juri melanjutkan pertanyaan dengan pertanyaan- pertanyaan
yang ringan-ringan saja, yang tentunya seputar Pangeran Diponegoro.

 

“Kalau begitu, Anda pasti tahu kapan Pangeran Diponegoro meninggal khan?”
Tapi, justru reaksi sang putri sangat mengagetkan Juri, dengan terbata-bata dan penuh rasa kaget dia bertanya, “APPAAA?? MENINGGAAALLL? ??
INNALILLAAHI…”

 

Tentu saja Juri ikut-ikutan kaget dan kecewa dengan reaksi putri DKI itu. Singkat cerita, tanya-jawab pun selesai sudah. Tapi, tidak demikian dengan sang
putri DKI. Kabar mengenai meninggalnya Pangeran Diponegoro sangat menyedihkan hatinya. Dan sesampai di luar ruangan, dia bergegas menemui salah seorang
peserta lainnya, dari Yogya. Tanpa menunda waktu, putri DKI mengkonfirmasi kebenaran berita meninggalnya sang idola, Pangeran Diponegoro…

 

“Mba’, maaf ya benar gak sih Pangeran Diponegoro sudah meninggal?”, begitu tanya putri DKI kepada putri Yogya. Tentu saja pertanyaan itu sangat menggelikan
bagi putri Yogya. Tapi, bagaimanapun dijawabnya juga, “Lho, itu khan sudah lama mba’. Masa mba’ nggak tahu sih?”

 

Putri DKI langsung memotong, “Ooh, sudah lama yah, kok saya belum pernah
denger ya? Kapan sih itu mba’?” Dengan menahan geli, putri Yogya menjawab, “Yaa, sekitar delapan belas tiga puluh (1830) mba’…”

 

Kembali putri DKI memotong, “HAAHH, DELAPANBELAS TIGAPULUH?? ITU BERARTI HABIS MAGHRIB DONK..!!!”

 

 v

Powered by WordPress.com